Di Jalan Tidak Sama Dengan Di Hutan

jenius ada batasnya bodoh nggak terbatasKopihitam.my.id - Kemarin, saat di jalan saya menemukan dua orang yang sedang bertengkar, yang pasti saya tau dari bahasa yang keluar. Sebagian besar berasal dari keluarga hutan yang di absen secara satu persatu, meskipun tidak secara abjad.

Sudah dipastikan mereka tidak sedang berdiskusi, atau curhat. Tidak ada yang mau mengalah apalagi disalahkan. Mereka merasa benar sesuai dengan pedoman yang mereka anut entah pedoman yang mana, pastinya bukan dari pancasila atau UUD 1945.

Emosi sudah meledak, ambisi tidak bisa ditebak. Sangat tidak mencerminkan budaya PPKn yang mungkin mereka pernah pelajari.

Dari kejadian tersebut, sampai sekarang saya kadang masih merasa heran, kenapa nama binatang lebih populer daripada nama artis di jalan, padahal setiap hari mereka di suguhkan berbagai macam sinetron dalam ataupun luar negeri.

Ga pernah tuh saya denger kalau lagi berantem atau emosi dijalan ada yang menyebutkan salah satu nama artis ternama atau hal-hal yang lain. Pasti kemungkinan besar salah satu nama binatang di hutan. Padahal hal tersebut tak pernah di ajarkan dimanapun, itu sebuah budaya? Atau kebiasaan?
Dan yang pasti mereka itu sedang di jalan dan bukan di hutan, yang se-enaknya saja bersumpah serapah, tanpa memikirkan efek dengan ucapan mereka, seperti jika mereka membawa atau di sekeliling mereka ada anak kecil.

Bagaimana jika kita lebih bersikap kondusif, lebih dapat bersikap mencari solusi tanpa emosi. "menang jadi arang, kalah jadi abu". Ga ada maksud buat menggurui sih, tapi bukankah mengajak kebaikan kepada orang lain itu bagus. Mudah-mudahan tulisan ini bisa "sedikit" mencairkan hati yang gundah, menjernihkan otak yang koplak (error).


Demo Blog NJW V2 Updated at: 3:31:00 AM

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih telah mengunjungi blog saya, silahkan meninggalkan komentar dengan bijak dan beretika.

loading...

Popular Posts